Rabu, 25 Januari 2012

Origami

Aku seperti bukan makhluk bernyawa
Kadang bias, atau memang hanya kertas lipat tak guna?
Diam lalu beku
Aku dan sesunyi pagi, yang ingin berkata tentang lukaku padamu
Agar kau sadar, atau aku yang inshaf
Atas kesalahan ini milikku atau milikmu

Seperti batu
Seperti pahat
Seperti waktu yang tak kunjung berbalik kembali

Dimana aku kini berpijak? Dimana aku menulis kata-kata agar semua jelas
Bukan teronggok di atas meja hijau, lalu semua tontoni rasaku yang makin perih

Ah, aku ingin terbang sungguhan
Bukan mimpi saja
Atau hanya bisa pandangi langit biru yang buatku semakin ragu
Dapatkahku mengankasa dan tinggalkan ini semua?

Graha Pesantren Entrepreneur
11.45
ya Rabbi betapa aku bersyukur selalu memilikimu

Muhasabah : Waktu dan lajunya

Tak terasa, waktu mengajak kita hingga kita hadir sebesar ini. Seperti belum terasa lama kita di lahirkan bukan? Sepertinya baru kemarin lulus taman kanak-kanak, sekarang sudah bekerja. Itulah waktu tak mau urusan dengan kita yang lalai, tak mau urusan dengan kita yang lupa padanya. Dan dengannya kita berada pada titik bahagia atau menderita.

Pepatah arab mengatakan bahwa; "Waktu adalah pedang!"

Hal ini berarti bahwa waktulah pembunuh kehidupan, kesenangan, dan semua impian yang membentang. Banyak orang yang muda pun akhirnya ber-nisan- di tengah tanah lapang pemakaman.

Nafasku, nafasmu, nafas kita semua berada pada titik waktu yang telah ditetapkan.

Agendakan semua hidupmu, rincikan semua rencanamu. Mulai tahun, bulan, dan hari yang akan kau lalui nanti.

Tulis agendanya, jangan di pikirkan saja karena pasti kita akan lupa. Tempelkan pada tempat yang sering kita melihatnya agar kita menjadi lebih bersemangat mengerjakan agenda-agenda yang telah kita buat.

Jadikan umur produktif kita lebih panjang agar kita akhirnya bisa hidup lebih lama.

Wal ashr!
Prima Harapan Regency
9.28

Selasa, 24 Januari 2012

Berjuang, Berubah Mengapa tidak


Bukan hal yang tidak mungkin jika kita mau berusaha lebih keras, disiplin dan terus menjalankan (action) dari setiap rencana yang telah kita buat, maka saya katakan pasti...! kita akan mendapatkannya. Alloh sesuai prasangka hambanya.

Mengapa saya angkat tiga hal di atas ; "Berusaha lebih keras, disiplin dan action dari semua rencana yang kita buat? Hal ini di dapat ketika wawancara kemarin di acara ; "Wirausaha Muda Mandiri 2011" hampir semua yang ditanya para wirausaha tersebut menjawab seperti ketiga hal di atas.

Disiplin di sini maksudnya, jika kita saat ini harus belajar maka kita harus belajar. Jangan pernah lewatkan waktu yang telah kita rencanakan untuk menggantinya dengan sesuatu yang tiba-tiba, bahkan terlebih tidak penting.

Jalankan agenda sesuai dengan rencana (action) jika alokasi waktu untuk belajar tadi 2 jam maka harus dan jangan kurangi sedikit pun, berusahalah lebih keras.

Tahukah anda siapa Hendy? Beliau adalah pemuda pengusaha kebab babarafi yang telah menekuni bisnis kebabnya kurang lebih 8 tahun. Bagaimana ia mendirikan bisnisnya? Haha, jawabnya sama ; tidak mudah! Berdarah-darah! Penuh caci maki dari siapa saja ; termasuk orang tua. Tapi lihat sekarang, ia bisa memiliki 1.500 karyawan yang sama-sama berjuang dalam Babarafi. Bahkan produknya pun saat ini tak sekedar kebab, ada nasi goreng, nuget dan lainnya.

Atau jika kita belajar dari Bill Gates yang hanya tidur 8 jam seminggu untuk mendapatkan kesuksessan seperti sekarang ini; tahukah anda bahwa dalam setiap helaan nafasnya seharga 2 juta rupiah? Bagaimana dengan kita? Jangan-jangan dan padahal kita belum sukses kita masih saja enak-enakan tidur selama lebih dari 8 jam perhari?

Maka jangan salahkan siapa pun jika kita ingin sukses namun kesuksessan belum juga datang pada kita.Mari berubah, bahwa hidup ini untuk menjadi lebih baik :) Change! 


Minggu, 01 Januari 2012

Hidup dan sejuta mimpi ; Realistis?

Mimpi? Banyak orang yang takut bermimpi besar. Hidupnya terkungkung oleh pola pikir yang senantiasa berat karena dibebani ketidakmampuan yang semestinya tidak ada dalam kepalanya.

Seperti ; "Kita cuma orang kecil, makan saja susah. Bagaimana hendak sekolah, apalagi kuliah?" atau ; "Ayah saya hanya seorang kuli bangunan, darimana saya dapatkan uang untuk menjadi seorang pilot atau dokter?"

Semua pola pikir seperti kedua kalimat di atas berbicara tentang sebuah realita. Tapi, pada kenyataannya hidup ini tidak melulu menggunakan keralitasan. Pernahkah kita berpikir bahwa Rasulullah Saw. itu juga dahulu seorang yang susah? Ayahnya pun meninggal saat ia dalam kandungan, ketika beliau berumur enam tahun ibunya pun meninggal. Betapa berat hidupnya, namun, di usianya yang ke dua puluh lima tahun, beliau bisa menjadi seorang pengusaha sukses. Mendapat gelar Al-Amin dan menikah dengan saudagar wanita terkaya kala itu dengan mahar yang luar biasa besarnya.

"Tapi beliaukan Rasul? Seorang Nabi utusan Alloh Swt."

Ada lagi perkataan yang kerdil ini selalu mengikuti. Baiklah kalau begitu, mari kita lihat kehidupan para sahabatnya. Kita lihat Abdurrahman bin 'Auf. Beliau adalah saudagar terkaya yang paling kaya di antara sahabat yang lain. Sekali sedekah, jumlahanya mencapai milyaran rupiah. Hmm, nanti dulu, apakah beliau tiba-tiba jadi kaya?  Sim salabim? Ternyata tidak, butuh usaha juga, sama seperti kita.

Kedatangannya bermula ketika hijrah ke Madinah. Saat hijrah, semua harta bendanya di tinggalkan di Mekah. Ia hidup dalam keadaan nol, memulai semua bisnisnya dari awal. Jika diantara kita pernah membaca sirah ketika Abdurrahman bin 'Auf di persaudarakan dengan Saad bin Rabi' dan ia menolak semua pemberian saudaranya tersebut, malah ia meminta ditunjukkan dimana pasar. Ia berdagang, sahabat. Mulai kembali kehidupan dari titik dimana semua dimulai. Lambat laun usahanya besar, ia senantiasa berdoa dan terus yakin dengan apa yang Alloh dan Rasulnya perintahkan. Maka pasti ; "Aku (Alloh) tergantung prasangka hamba-Ku."

Bukankah pernah Rasulullah Saw. berkata bahwa ; sembilan dari sepuluh pintu Rizqy itu didapat dari berniaga?

Mungkin kita yang kurang peka terhadap bekalan ilmu yang sudah ditinggalkan Rasulullah Saw. kepada kita. Mungkin kita lupa bahwa Rasulullah Saw. menebarkan, mengajarkan, mendakwahkan, dan berjihad pun pernah berdarah-darah, dicaci maki, dihina, dilempari kotoran. Tapi beliau tetap sabar dan terus melakukan tugasnya, hingga saat ini Islam dirasakan oleh semua yang memeluknya, dengan total pemeluk terbesar di dunia ; 1,3 Milyar. Bahkan Vatikan pun mengakui bahwa Islamlah agama terbesar di dunia mengalahkan nasrani saat ini. Islam juga adalah agama dengan total permintaan terbesar di Eropa.

Dan sampai saat ini Rasulullah adalah manusia pertama sebagai orang tersukses di dunia dalam buku yang ditulis Micheal Hart yang notabanenya adalah seorang nasrani.

Kita memiliki contoh terbesar, orang paling sukses dengan rentetan jejak rekam yang begitu nyata. Lantas masihkah kita mengeluh bahwa kita adalah orang tidak mampu, kelas dua, kurang pandai, dan berjuta alasan yang membunuh kehidupan kita sendiri untuk mendapatkan kesuksessan? Mulai saat ini bangkitlah, berjuang, habisi kata-kata konyol dalam kepala kita. Karena kehidupan adalah milik Alloh, minta padanya dan berjuanglah ; "Man jadda wa jadda!"

08 Safar 1433 H
Graha Pesantren Entrepreneur Bekasi
Untuk kita pemuda muslim yang tangguh, Hamasah!