Senin, 18 Maret 2013

Malam 24.00

Ini berarti waktu hari ini habis setengah. Kenapa? Saya pakai waktu system Islam soalnya. Dalam Islam pergantian waktu itu saat maghrib habis menjelang.

Oke permasalahannya bukan pergantian waktu, hidup ini semakin hari semakin berkurang. Dalam segala tataran ada yang berusaha menukarnya pada bertambahnya usia.

Tahukah bahwa di belakang sana ada satu malaikat yang senantiasa mengawasimu perihal jatah waktu. Itu berarti setiap detikmu begitu berharga. Siakan sedetik rugi, siakan sebulan apa lagi.

Tak peduli siapa kamu, kerut di wajah, mata yang lelah, dan punggugung yang tak lagi tegak adalah bukti waktumu kian digerogoti usia.

Tak bisa tidak, janji hidup, janji kematian dan sejengkal demi sejengkal kita akan semakin dekat dengan rumah abadi. 

Aku, kamu dan siapa pun? Semua akan kembali dalam waktu habis berapa kali 24 jam.

Tak usah pikirkan kapan kamu akan mati, pikirkan sedang apa kamu akan kembali, ini berarti bicara pada konteks istimroriyah 'amal.

Semakin sering kamu amalkan, semakin sering kamu jumpai di akhirnya. Semoga kita berjumpa di jannah-Nya.


11.59, @haden_27
HasbunAllah wani'mal waqiil, ni'mal maula wani'man nashiir.
Menuju Juni

Senin, 25 Februari 2013

Pagi #:D

dede vizza adelia rachma

Saya selalu senang pagi saat duha, kenapa ya? Bawaanya selalu aja bahagia, entah ada masalah atau enggak saya selalu plong dan pengen tersenyum.

Ini karena efek cinta #Loh, cinta kepada yang Maha Segalanya guys.

Saya suka sama temen yang bilang ; kalau pagi itu kudu bahagia! Tapi memang bener sih, karena pagi awal kita meraih segalanya, atau bahasa kerennya; Langkah Pertama kita Menjejak! Hehe..

Yang jelas, rasa rindu #eh dan yang lainnya terkumpul di pagi hari kecuali rasa galau, nah loh.

Yuk kerja, biar tambah bahagia, tapi inget istri, #Ummm... ini sebenernya bahas apaan sih?

Yaudah intinya semangat dan terus berbahagia. :)

Saya


Menjelaskan? 

Setiap kali mengurai hidup, saya selalu bertanya-tanya tentang; saya. Seperti berartikulasi, tapi tidak jelas; intrupsi.

Sekali lagi saya bertanya pada; saya. Saya takut dzhalim. 


"Ya Allah; cukupkan dengan halalMu dari yang haram; cukupi dengan karuniaMu dari selainMu." (Salim A Fillah)

Saya hanya sejumput ilalang di debu pegunungan, seolah tinggi namun tak berarti. Saya pun hanya waktu senja, gelap namun tak tergubris. 

Ini muhasabah dari yang bertanya; saya. Biarkan saya berguna.

2.18